15 Tempat Bersejarah di Indonesia yang Menarik Dikunjungi Bersama Keluarga

Kinanti

Lawang Sewu
Foto: Irfan Bayuaji/Unsplash

Ads - After Post Image

Jelajahi tempat-tempat bersejarah di Indonesia yang menarik dan edukatif untuk dikunjungi bersama keluarga, menciptakan kenangan berharga dan memperkaya pengetahuan bersama.

Indonesia, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya yang melimpah, menawarkan berbagai tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.

Dari peninggalan kerajaan kuno hingga situs-situs bersejarah yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, setiap tempat memiliki cerita unik yang dapat memberikan wawasan dan pembelajaran bagi semua anggota keluarga.

Mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini tidak hanya akan memperkaya pengetahuan, tetapi juga mempererat ikatan keluarga melalui pengalaman bersama yang berharga.

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur
Foto: Wirestock/Elements Envato

Candi Borobudur berlokasi di Magelang, sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra, candi ini merupakan yang terbesar di dunia. Dihiasi dengan banyak patung Buddha, Borobudur telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan
Foto: Eugenia Clara/Unsplash

Candi Prambanan berada Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Legenda Roro Jonggrang terkait erat dengan candi ini, di mana seorang putri cantik dikutuk menjadi candi oleh Bandung Bondowoso yang mencintainya.

Candi ini juga menampilkan relief kisah Ramayana dan Kresnayana. Pada momen tertentu, pengunjung bisa menyaksikan sendratari Ramayana dengan latar belakang candi yang megah.

3. Masjid Baiturrahman

Masjid Baiturrahman
Foto: Julianto Saputra/Unsplash

Masjid Baiturrahman di Aceh adalah peninggalan Kesultanan Aceh yang dibangun pada 1022 H oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini menjadi saksi perjuangan masyarakat Aceh saat Belanda menyerang dengan kapal perang Citadel Van Antwerpen.

Pada 1873, Belanda berhasil menguasai masjid ini, tetapi Kesultanan Aceh berhasil merebutnya kembali dalam pertempuran yang dipimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler.

4. Jam Gadang

Jam Gadang
Foto: Moondzeyr/Unsplash

Jam Gadang adalah ikon Sumatera Barat yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926 dengan ketinggian 26 meter.

Menara jam ini istimewa karena konstruksinya tidak menggunakan besi penyangga atau semen. Sebaliknya, menara ini dibangun dengan bahan-bahan tradisional seperti kapur, putih telur, dan pasir putih.

5. Rumah Rengasdengklok

Rumah Rengasdengklok
Foto: Asisten Tukang/Instagram

Rumah Rengasdengklok menyimpan sejarah kemerdekaan Indonesia yang kuat. Di sini, Soekarno dan Hatta disembunyikan oleh golongan muda yang mendesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Rumah ini dianggap aman karena berada di bawah kendali tentara Peta dan jauh dari kekuasaan Jepang. Pemilik rumah ini adalah seorang tentara Peta yang juga bekerja sebagai petani.

Baca Juga:  Air Terjun Tiu Kelep, Keajaiban Tersembunyi di Kawasan Gunung Rinjani

Meskipun rumah Laksamana Maeda dikenal sebagai tempat perumusan teks proklamasi, beberapa sumber menyatakan bahwa Hatta telah menyusun konsepnya terlebih dahulu di rumah Rengasdengklok.

Hingga kini, rumah ini tetap dipertahankan dalam bentuk aslinya, sederhana namun penuh kenangan bersejarah.

6. Monumen Kebulatan Tekad

Monumen Kebulatan Tekad
Foto: SendjaSoreKu/Instagram

Masih berada di Rengasdengklok, terdapat sebuah tugu penting yang berkaitan dengan kemerdekaan yang perlu diketahui. Monumen Kebulatan Tekad adalah namanya.

Tugu ini dibangun pada tahun 1950 untuk memperingati peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia di kota tersebut.

Area ini terbuka untuk umum selama 24 jam dan gratis. Anda dapat bersantai di beberapa tempat duduk yang disediakan atau berjalan-jalan menikmati relief yang menggambarkan peristiwa kemerdekaan.

7. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Foto: Toni Diago/Instagram

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rumah Laksamana Maeda dijadikan tempat perumusan teks proklamasi. Rumah ini kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Berdiri megah dengan gaya arsitektur khas Eropa, bangunan ini telah ada sejak tahun 1920.

Pada November 1992, Prof. Nugroho Notosusanto yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan perintah kepada Direktorat Proklamasi untuk menjadikan gedung ini sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

8. Fort Rotterdam

Fort Rotterdam
Foto: Andi Hasbi Jaya/Unsplash

Benteng Fort Rotterdam, sebuah tempat wisata bersejarah, dibangun pada masa Kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-9 pada tahun 1667.

Terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar, benteng ini dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan bersejarah ini menjadi saksi bagaimana pemerintahan kolonial Belanda berhasil menjajah Indonesia dan kehilangan kekuasaannya beberapa saat kemudian.

Di bawah kendali VOC, namanya diubah menjadi Fort Rotterdam dan digunakan sebagai pusat pertahanan serta penampungan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia timur.

Setelahnya, benteng ini direbut kembali oleh pasukan yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin ketika kekuasaan Belanda mulai goyah.

9. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus
Foto: Miftah/Google Maps

Masjid Menara Kudus dibangun sekitar tahun 1549. Dengan tampilan yang unik, bangunan tempat ibadah ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam. Pada masa itu, pengaruh kepercayaan Hindu-Buddha masih sangat kuat.

Berkat peranan aktif Sunan Kudus sebagai salah satu penyebar ajaran Islam di Pulau Jawa, masjid ini dapat berdiri. Masjid ini memiliki ciri khas menara setinggi 18 meter dan termasuk dalam daftar masjid tertua di Indonesia.

Baca Juga:  Pantai Seminyak, Destinasi Pantai yang Elegan di Bali

Saat mengunjungi destinasi wisata sejarah ini, Anda juga bisa mendatangi makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat masjid. Anda juga bisa menjadi bagian dari Festival Dhandhangan yang diadakan warga setempat untuk menyambut bulan Ramadan.

10. Taman Sari

Taman Sari
Foto: Jaya Tri Hartono/Shutterstock

Salah satu destinasi wisata bersejarah dan ikonik di Indonesia adalah Taman Sari. Dibangun selama 9 tahun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, Taman Sari berfungsi sebagai taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Seorang arsitek asal Portugis yang dijuluki Demang Tegis bertanggung jawab atas pembangunan Taman Sari.

Objek wisata ini telah melalui berbagai peristiwa bersejarah, termasuk penjajahan Belanda dan Jepang, kemerdekaan Indonesia, serta selamat dari gempuran Inggris pada tahun 1812 dan gempa bumi pada tahun 1876.

11. Istana Maimun

Foto: Kumimaru/Instagram

Terletak di Medan, Istana Maimun adalah peninggalan megah dari Kesultanan Deli. Objek wisata bersejarah ini mulai dibangun pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891, dan hingga kini masih berdiri kokoh.

Bangunan bersejarah yang terkenal dengan warna kuning keemasannya ini dirancang oleh arsitek Italia, Theo Van Erp. Dengan kepiawaiannya, ia berhasil menggabungkan gaya arsitektur tradisional Melayu, Timur Tengah, dan Eropa dalam pembangunan istana ini.

Kombinasi arsitektur yang unik ini ditambah dengan furnitur mewah membuat Istana Maimun menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Indonesia yang wajib dikunjungi.

12. Gedung Sate

Gedung Sate
Foto: Arfan Husni Hasibuan/Unsplash

Gedung Sate adalah kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Bangunan ini merupakan aset sejarah yang dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Gedung Sate tetap berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan pemerintahan Jawa Barat menuju kesejahteraan masyarakat. Awalnya, gedung ini disebut Gedung Hebe, yang merupakan singkatan dari Gouvernements Bedrijven.

13. Istana Bogor

Istana Bogor
Foto: Irwan Bajri/Google Maps

Salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang bisa ditemukan di Bogor Tengah adalah Istana Bogor. Dibangun pada tahun 1744, istana yang awalnya bernama Buitenzorg atau Sans Souci ini memiliki tiga tingkat.

Istana ini awalnya dirancang sebagai rumah peristirahatan oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff. Pada tahun 1834, Istana Bogor rusak akibat gempa bumi dari letusan Gunung Salak.

Baca Juga:  Pantai Balekambang, Surga Bahari yang Wajib Dikunjungi di Malang

Pada tahun 1850, istana ini dibangun kembali tanpa mempertahankan tiga tingkat awalnya untuk menyesuaikan kondisi daerah yang sering mengalami gempa. Pada tahun 1950, Istana Bogor diresmikan sebagai Istana Kepresidenan Indonesia.

14. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg
Foto: Andrea Verdian/Google Maps

Benteng Vredeburg terletak di Yogyakarta dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kesultanan Yogyakarta serta perjuangan rakyat Indonesia menuju kemerdekaan.

Awal pembangunan benteng ini berasal dari usulan pihak Belanda, yang pada waktu itu melihat perkembangan pesat Keraton Yogyakarta dan ingin mengendalikan serta memonopoli pemerintahan di Yogyakarta.

Belanda membangun benteng ini dekat dengan keraton dengan alasan untuk menjaga keamanan sekitar. Namun, tujuan sebenarnya adalah untuk memonitor dan mengendalikan kegiatan di Keraton Yogyakarta serta mengamati segala perkembangan di dalam dan sekitar keraton.

Benteng ini dibangun hanya sejauh satu jarak tembak meriam dari keraton dan menghadap ke jalan utama, yang memudahkan Belanda dalam pengawasan, perencanaan strategis, dan melakukan serangan jika diperlukan.

Oleh karena itu, Benteng Vredeburg sering digunakan oleh Belanda sebagai pos pengamatan dan pertahanan dalam mengantisipasi serangan dari Kraton.

15. Lawang Sewu

Lawang Sewu
Foto: Irfan Bayuaji/Unsplash

Lawang Sewu, salah satu bangunan bersejarah di Indonesia, terletak di kota Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada era penjajahan Belanda, gedung ini awalnya digunakan sebagai Kantor Perusahaan Kereta Api Hindia Timur.

Nama asli gedung ini adalah Het hoofdkantoor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.

Nama Lawang Sewu, yang berarti seribu pintu dalam bahasa Jawa, digunakan oleh masyarakat setempat karena gedung yang didirikan pada tahun 1907 ini memiliki banyak pintu, meskipun tidak mencapai seribu.

Menjelajahi tempat-tempat bersejarah di Indonesia bersama keluarga adalah kegiatan yang sangat berharga dan menyenangkan. Setiap destinasi menawarkan pelajaran berharga tentang masa lalu, yang dapat menginspirasi dan memperkaya pengetahuan kita.

Dengan mengunjungi situs-situs ini, kita tidak hanya merayakan warisan budaya yang kaya, tetapi juga menciptakan kenangan tak terlupakan bersama orang-orang tercinta.

Jadi, siapkan rencana perjalanan Anda dan nikmati petualangan sejarah yang mengesankan di berbagai penjuru Indonesia.

Bagikan:

[addtoany]

Ads - After Post Image

Tags